Sebaiknya Jangan Menggunakan Kompresor Saat Mengganti Oli

0
4

Semua pemilik kendaraan telah mengtahui kewajaibannya selalu untuk mengubah oli mesin sesuai dengan jarak atau waktu. Dipandang hal biasa, pemilik kendaraan dapat mengerjakannya sendiri atau memakai layanan bengkel non sah.

Meskipun begitu, cukup banyak perubahan oli di bengkel non sah dikerjakan dengan kurang pas, yaitu memakai desakan angin dari kompresor. Langkah berikut memang ampuh keluarkan tersisa oli dari ruangan mesin, tetapi ada resiko yang perlu dijamin bila tehnik ini seringkali dikerjakan.

Tehnik kuras oli dengan kompresor mempunyai resikonya yang beresiko tinggi. Udara atau angin bertekanan tinggi waktu disemprotkan ke ruangan mesin mungkin memiliki kandungan uap yang dapat menjadi tetesan air dalam suhu tersendiri.

Uap umumnya datang dari tabung kompresor yang tidak didapati sebab biasanya tidak kelihatan. Bila uap jadi air, meskipun cuma akan sedikit beresiko sebab air serta oli tidak menyatu.

Dampak yang diakibatkan lumayan banyak, yang dikuatirkan ialah mengakibatkan mesin bobol.

Bukan sekedar uap, desakan angin pada kompresor beresiko melepas kotoran yang telah tersaring pada filter oli. Rata-rata type kotoran di mesin berupa partikel yang ukurannya kecil. Bila tersemprot kotoran itu malah dapat kembali terlepas serta pada akhirnya melekat ke antara elemen mesin.

Lihat keterangan di atas, awalilah dari saat ini tetap lakukan cek periodik di bengkel sah. Pakai bengkel paling dipercaya yang pahami benar perawatan serta perbaikan kendaraan dengan tehnik yang benar, terhitung waktu mengubah oli kendaraan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here